Uncle Seronok's Journey to Noble Silent Part Deux

Episode : Penganten Sunat Massal
Candi Ratu Boko - Maret 2014


Saya mengira yang mengikuti kursus meditasi vipasana bakalan orang China semua. Serius! Saya sampai bengong. Ternyata pesertanya macam-macam. Ada 2 orang blasteran Arab berjenggot kambing. Pasangan Korea. Orang Bali. Satu orang Jawa yang selalu mengenakan blangkon. Dan ada orang nehi-nehi alias expat India yang menetap di Bogor. Yang buat kaget ternyata ada juga seorang biksuni ( biksu wanita ) yang jadi peserta.

Ada abg yang disetrap bapaknya. Ada ahli kungfu yang tidak bisa mengendalikan emosi. Ada aki-aki penuh keriput. Ada yang punya cacat kaki bawaan. Ibu-ibu MLM.

Karena pesertanya rame ( pria 52 orang, wanita 52 orang sesuai dengan kapasitas tempat tidur ), maka banyak kejadian seru dan lucu yang terjadi setiap hari.
Candi Ratu Boko - Maret 2014

Misalnya kejadian saat makan. Karena merasa 'free' hampir setiap orang karap saat mengambil makanan. Isi piring mengkerucut seperti mini tumpeng saking banyaknya. Dan keesokan harinya ada pengumuman tertempel di pintu dapur berbunyi, "Silakan ambil makanan sebanyak-banyaknya asal jangan dibuang."

Jam 12 siang adalah waktunya laundry. Kalau jalan ke daerah tempat mandi maka akan terlihat aneka celana dalam berkibar-kibar di jemuran. Yang seukuran saputangan dengan motif Sponge Bob sudah pasti punya anak ABG yang kena setrap. Dalaman modis dan sexy pasti punya cowo k-pop. Kalau cangcut lebar dengan tali band yang sudah melar pasti punya...

Tidak tahu siapa yang memulai acara sarungan. Sejak hari kedua hampir sebagian besar koko china pakai sarung. Kursus meditasi mendadak berubah seperti berada di pesantren, penuh dengan koko penganten sunatan.

Ternyata sarung memang disediakan panitia. Hari ketiga saya ikut-ikutan bersarung.Sekarang saya tahu kenapa orang suka bersarung. Selangkangan terasa lebih adem.

0 Response to "Uncle Seronok's Journey to Noble Silent Part Deux"

Post a Comment